Jikaseberkas sinar tiba dari air (n = 1,33) memasuki prisma, berapakah sudut deviasi minimum prisma tersebut? Penyelesaian: Diketahui: np = 1,5 na = 1,33 β = 60° Ditanyakan: sudut deviasi minimum (δmin) Jawab: δmin = (1,17 - 1)60° δmin = 10,2° Dengan demikian, besar sudut deviasi minimum prisma tersebut yaitu 10,2° Contoh Soal 2: Sudutdeviasi terkecil yang dapat dihasilkan dengan mengubah sudut datang disebut sudut deviasi minimum (Dm). Secara eksperimen maupun matematik dapat ditunjukkan bahwa deviasi minimum terjadi jika disinar melalui prisma secara simetri. Pada keadaan ini indeks bias prisma dapat dihitung dengan persamaan : D. PROSEDUR KERJA 1. sinr2 = 1,5 sin 40,53° sin r2 = 0,97 r2 = 77,10° Sudut deviasi yang dialami cahaya ketika melewati kaca prisma dapat dicari dengan persamaan: σ = (i1 + r2) - β σ = (30° + 77,10°) - 60° σ = 47,10° Jadi, sudut deviasi yang dialami cahaya ketika melewati kaca prisma adalah 47,10° 8nfYm. 0% found this document useful 0 votes711 views15 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes711 views15 pagesDeviasi Dan Indeks Bias PrismaJump to Page You are on page 1of 15 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 13 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Pada Materi SMP kelas VIII semester 2 genap sudah dibahas mengenai pembiasaan pada prisma. Pada pembahasan tersebut hanya membahas tentang sudut deviasi yang dihasilkan oleh prisma. Pada kesempatan ini akan membahas lebih lanjut tentang pembiasan pada prisma. Sebelum membahas mengenai sudut deviasi dan sudut deviasi minimum pada pembiasan prisma, terlebih dahulu bahas mengenai pembiasan dan jalannya sinar pada pembiasan prisma. Untuk mengetahui dan memahami pembiasan pada prisma silahkan lihat gambar di bawah ini. Prisma merupakan benda yang terbuat dari gelas tembus cahaya transparan yang kedua sisinya dibatasi bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu satu sama lain. Sudut tersebut dinamakan sudut pembias simbol β. Bidang permukaan prisma berfungsi sebagai bidang pembias. Perhatikan gambar di atas, cahaya yang datang dari udara sinar datang menuju bidang permukaan prisma akan dibiaskan mendekati garis normal sesuai dengan hukum pembiasan Snellius. Kemudian, ketika sinar meninggalkan prisma menuju udara, sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal. Setelah melewati prisma, cahaya mengalami deviasi yang disebut dengan sudut deviasi . Sudut deviasi merupakan sudut yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan sinar datang i1 dengan perpanjangan sinar yang meninggalkan prisma r2. Besarnya sudut deviasi yang dialami cahaya adalah sebagai berikut. Perhatikan gambar berikut ini. Perhatikan ΔQRS. ∠QSR = 180° - ∠SQR - ∠SRQ ∠QSR = 180° - i1 – r1 – r2 – i2 ∠QSR = 180° - i1 + r1 – r2 + i2Perhatikan ΔBQR. ∠QBR = 180° – ∠BQR - ∠BRQ β = 180° – 90° – r1 – 90° – i2 β = r1 + i2Sudut deviasinya dapat dicari sebagai berikut. = 180° - 180° - i1 + r1 – r2 + i2 = i1 + r2 – i2 + r1, ingat r1 + i2 = β maka = i1 + r2 – βKeterangan i1 = sudut datang sinar masuk i2 = sudut datang sinar keluar r1 = sudut bias dari sinar masuk r2 = sudut bias dari sinar keluar = sudut deviasiContoh Soal Sebuah prisma terbuat dari kaca n = 1,5 memiliki sudut pembias 60°. Jika seberkas sinar laser jatuh pada salah satu permukaan pembiasnya dengan sudut datang 30°, berapakah sudut deviasi yang dialami oleh sinar laser tersebut setelah melewati prisma?JawabDiketahui β = 60°Ditanyakan = ? PenyelesaiannyaSudut deviasi dihitung dengan menggunakan persamaan = i1 + r2 – βOleh karena i1 dan β telah diketahui, nilai r2 sudut bias kedua perlu dicari terlebih dahulu. Pada permukaan pembias pertama berlaku hukum pembiasan Snellius sebagai berikut. r1 = 19,47°Nilai i2 ditentukan sebagai berikut. i2 = 40,53°Kemudian, nilai r2 ditentukan sebagai berikut. sin 40,53°/ sin r2 = 1/1,5 r2 = 77,10°Sudut deviasi yang dialami cahaya ketika melewati kaca prisma dapat dicari dengan persamaan = 47,10°Jadi, sudut deviasi yang dialami cahaya ketika melewati kaca prisma adalah 47,10° Setelah memahami jalannya sinar pada prisma serta pembiasaanya juga sudut deviasinya, selanjutnya akan mempelajari sudut deviasi minimum yang dialami oleh prisma ketika sinar dilewatkan pada prisma tersebut. TOLONG DIBAGIKAN YA Prisma merupakan salah satu alat yang paling sering digunakan dalam fisika untuk mempelajari cahaya. Salah satu fenomena yang terjadi pada prisma adalah deviasi minimum sinar. Apa itu deviasi minimum sinar dan apa saja fungsi serta contohnya? Simak penjelasannya di bawah ini. Deviasi minimum sinar adalah perubahan arah atau sudut benda pada saat melewati permukaan yang membatasi dua media dengan indeks bias yang berbeda. Dalam hal ini, prisma digunakan sebagai media yang membatasi cahaya sebelum akhirnya keluar dari prisma. Deviasi minimum sinar terjadi ketika sudut datang dan sudut keluar dari prisma membentuk sudut yang paling kecil. Fungsi Deviasi Minimum Sinar Deviasi minimum sinar memainkan peran penting dalam memahami sifat cahaya. Dalam penelitian fisika, hal ini dapat membantu dalam menentukan indeks bias suatu medium. Selain itu, deviasi minimum sinar juga digunakan dalam optik geometri untuk menghitung sudut dispersi pada suatu prisma. Fungsi lain dari deviasi minimum sinar adalah sebagai alat bantu dalam proses pembuatan kaca optik. Contoh Deviasi Minimum Sinar Salah satu contoh penerapan deviasi minimum sinar adalah pada kacamata. Kacamata terdiri dari lensa dan prisma yang membantu memperbaiki penglihatan orang yang menggunakannya. Prisma di dalam kacamata diposisikan sedemikian rupa sehingga dapat membantu memfokuskan cahaya yang masuk ke mata. Dalam hal ini, deviasi minimum sinar terjadi ketika cahaya melewati prisma dan difokuskan pada lensa kacamata. Penerapan Deviasi Minimum Sinar pada Teknologi Deviasi minimum sinar digunakan dalam berbagai teknologi, seperti pada pembuatan lensa kamera dan mikroskop. Dalam kedua perangkat ini, prisma digunakan untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas dan fokus. Pada lensa kamera, prisma digunakan untuk memisahkan cahaya warna agar dapat direkam dengan tepat. Sedangkan pada mikroskop, prisma digunakan untuk menghasilkan gambar yang lebih tajam dan jelas. Kesimpulan Deviasi minimum sinar oleh prisma merupakan salah satu fenomena penting dalam fisika dan teknologi. Fungsi dan contohnya sangat bervariasi, mulai dari membantu menghitung sudut dispersi pada suatu prisma hingga membantu memperbaiki penglihatan orang yang mengalami gangguan mata. Dalam teknologi, deviasi minimum sinar digunakan pada pembuatan lensa kamera dan mikroskop untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas dan tajam.