Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan hasil kajian konsep hakikat tujuan pendidikan Islam perspektif ulama nusantara dengan studi pemikiran KH.Hasyim Asy’ari, KH.Ahmad Dahlan dan Buya Hamka.
Liputan6.com, Jakarta - Kompleks makam ulama besar KH Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani atau lebih dikenal sebagai Kiai. "Tentunya kita merasa bangga bahwa ada aulia di Kota Semarang yang menjadi guru dari tokoh-tokoh besar NU dan Muhammadiyah," kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Jumat, dikutip. Memahami 10
Pada tahun 1893, KH. Hasyim Asy’ari kembali ke Mekkah bersama saudaranya, Anis yang kemudian juga meninggal di sana. KH. Hasyim Asy’ari pun kembali ke rumahnya pada tahun 1900 dan memutuskan menjadi pengajar di pesantren milik ayah dan kakeknya. Di tahun 1903-1906 KH. Hasyim Asy’ari juga mengajar di kediaman mertuanya, Kemudring, Kediri.
Namun, belum sempat mengeluarkan fatwa baru KH Hasyim Asy'ari sudah menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Namun, ada fatwa KH Hasyim Asy'ari yang telah ucapkan saat melawan dan mengusir penjajahan dalam kurun waktu 1945 hingga 1947. Salah satunya fatwa yang diucapkan pada tanggal 22 Oktober 1945 yang dikenal sebagai resolusi jihad.
Salah satu upaya untuk mencapai kemandirian ialah dengan membentuk gerakan para saudagar yang dinamakan Nahdlatut Tujjar. KH Hasyim Asy’ari memberikan beberapa wasiat ketika mendeklarasikan perkumpulan tersebut. Inti dari wasiat KH Hasyim Asy’ari yang dijelaskan Abdul Mun’im DZ dalam Piagam Perjuangan Kebangsaan (2011) ialah sebagai berikut:
Gus Zakky yang merupakan cucu KH Hasyim Asyari ini mengungkapkan, KH Fahruddin saat menjadi santri Tebuireng mendapatkan ijazah istighotsah dari KH Choliq Hasyim salah satu putra Mbah Hasyim Asy’ari. “Kebetulan, beberapa bulan sebelum wafatnya, KH Fahruddin, saya sempat bersilaturrahim ke Pesantren Thoriqul Huda Ponorogo.
KH.Hasyim Asy‟ari, dalam perbedaan antara kedua tokoh ini diantaranya adalah seorang guru dalam memegang amanah ilmiah Allah, menurut al-Zarnūji harus mencontoh perilaku Rasulullah dan menurut KH.Hasyim Asy‟ari tidak boleh untuk memperoleh jabatan, pangkat, harta, popularitas, pujian ataupun keunggulan daripada yang lain.
K.H. HASYIM ASY’ARI Dhevin M.Q Agus Puspita W Fakultas Tarbiyah IAI Al-Falah As-sunniyyah Kencong Jember dheinmq@yahoo.co.id Abstract KH Hasyim Asy'ari is a scholar who was born from an elite family of kiai in the Jombang area, he had studied at various boarding schools in Java before continuing his education to the Hijaz land.
Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari merupakan teladan yang luar biasa. Beliau merupakan sosok yang pandai dalam ilmu agama, pendidik, sekaligus orang yang berjiwa sosial tinggi. Kiai Hasyim juga berhubungan erat dengan orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya, karena Kiai Hasyim sangat mengedepankan persatuan, persaudaraan, dan tolong-menolon. Sebaliknya beliau memberikan alarm bagi yang
KH Hasyim Asy’ari wafat pada 7 Ramadhan 1366 H yang bertepatan dengan 25 Juli 1947. KH Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren (2001) mencatat, pada 21 Juli 1947 Belanda melakukan serangan secara tiba-tiba di wilayah Republik Indonesia. Dalam serangan kejutan tersebut, tentu saja banyak korban berjatuhan, terutama para pejuang
xGL6.