Mengenaitahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah pada tanggal duabelas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain. Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd'l-Muttalib minta disembelihkan unta. Tubuhyang masih kecil itu kini dibiarkan memikul beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu. Lebih-lebih lagi kecintaan Abd'l-Muttalib kepadanya. Tetapi sungguhpun begitu, kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam sekali dalam jiwanya sehingga di dalam Qur'anpun disebutkan, ketika Allah mengingatkan Nabi akan Jumhurulama mengatakan bahwa hak memelihara anak diserahkan kepada ibunya jika anak tersebut masih kecil, ketika terjadi perceraian. Syarat umum untuk pengasuh wanita dan pria adalah a) Balig dan membersihkan diri. Anak seperti ini, menurut mereka, biasanya telah berumur 7 tahun. Alasan mereka adalah sabda Rasulullah SAW: "Suruhlah dansoal muhammad nabi,saya rasa seluruh nabi sudah ikut ke surga dan mengapa muhammad masih di dalam anggap nabi besar adalah muhammad,sedang kan isa almasih/yesus yg kelen anggap adalah nabi biasa dia bisa kesurga.berarti jelas yg lebih agung adalah isa almasih/yesus. tolong jelaskan. Balas Hapus NabiMusa a.s., Nabi Isa a.s., Nabi Muhammad SAW. | Akhlak 10 Para Nabi Dalam Sejarah f"Mati," jawab Nabi Isa. "sebab, manusia jika tidak punya apa-apa tetapi tidak bisa diam, biasanya mulutnya hanya akan dipakai untuk mengeluh dan dengki.". Demikianlah cara Nabi Isa memberikan pengertian kepada para muridnya. Diriwayatkansesungguhnya Nabi lsa As pernah berjalan di suatu tempat. Ketika itu, beliau melihat sebuah gunung yang amat tinggi. Maka beliau mendatanginya. Sesampainya di sana, beliau mendapati puncak gunung itu berwarna putih, bahkan lebih putih dari susu, sehingga beliau mengelilinginya, dan beliau merasa terpesona dengan keindahannya. Kala itu Alloh menurunkan wahyu kepada Nabi Isa Bagaimanabentuk penjaga Allah Ta'ala terhadap Nabi Ibrahim AS ketika masih kecil hidup di dalam gua? danielanwarmuhammad danielanwarmuhammad aku sayang kamu sun dong. Pertanyaan baru di B. Arab. Tuliskan tiga contoh perilaku yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai kandungan surah attin. 3. Sebuah perkampungan pada masa chou Rohmahmerupakan santri perempuan yang ikut membantu di keluarga KH Hasyim Asyari. Bahkan, saat Abdurrahman Wahid kecil (Gus Dur) perempuan ini ikut merawat mantan Ketua Umum PBNU ini. "Beliau adalah orang yang pernah diminta oleh KH Wahid Hasyim untuk menyuapi Gus Dur ketika masih kecil," imbuhnya. PerayaanMaulid Nabi adalah bid'ah yang tercela. Siapa saja yang membenarkan dan menganjurkannya (sekalipun tokoh agama) maka ia termasuk Mubtadi'. Jika ia masih bersikeras tidak menerima nasehat kebenaran serta terus mengajak kepada maulid dan menganjurkannya sungguh ia wajib dijauhi. Karena pelaku bid'ah hanya menyesatkan orang banyak. Yesusmengatakan bahawa "Yang masuk syurga adalah orang yang melakukan menurut kehendak Bapanya." (Allah), bukan hanya berseru kepadanya : Tuhan, Tuhan!. Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan. Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, bererti Yesus bukan Tuhan. 92HVE3t. Ilustrasi bayi. Foto Islam mengenal adanya 25 nabi pilihan Allah SWT. Berbagai kisahnya pun diceritakan di dalam Al-Quran, termasuk nabi ke-24 yaitu Nabi Isa 25 nabi, Nabi Isa AS termasuk salah satu dari lima nabi yang mendapatkan Ulul Azmi. Itu tandanya, Nabi Isa AS adalah orang yang mempunyai ketabahan, kesabaran, dan keteguhan hati yang luar biasa dalam menjadi sejarahnya, Nabi Isa As dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang sangat terjaga kehormatannya, yaitu Maryam. Dia adalah wanita shalihah yang tak bersuami, namun dapat melahirkan seorang laki-laki bernama Isa di masa Raja Herodes Romawi di Palestina tahun 1 SM karena kebesaran Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 19 yang artinya"Ia jibril berkata "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."Tapi sayangnya, berita Maryam yang hendak melahirkan seorang anak tanpa adanya seorang suami mendapatkan hinaan dari orang-orang dan memilih untuk mengasingkan diri di ujung timur Masjid SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 27 yang artinya"Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar."Hingga pada akhirnya, beredarlah fitnah-fitnah terhadap dirinya. Seperti, di mana suamimu? Dari mana kamu memperoleh anak itu? Apakah dari zina? Dan fitnah-fitnah lain yang begitu begitu, kelahiran Isa menjadi keberkahan bagi Maryam. Salah satu mukjizat yang didapat Nabi Isa AS adalah dapat berbicara saat bayi. Ini terbukti ketika Nabi Isa AS saat masih bayi bersaksi atas tuduhan keji yang dilemparkan kepada SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 30 yang artinya"Berkata Isa "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab Injil dan Dia menjadikan aku seorang nabi."Begitulah sepenggal kisah Nabi Isa AS dengan salah satu mukjizatnya yang dapat berbicara saat bayi demi membantah fitnah-fitnah terhadap ibunya yang menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah SWT. Pengasuh Nabi Muhammad SAW ada beberapa orang, tidak hanya Halimah as-Sa’ Muhammad SAW sejak lahir sudah menjadi anak yatim, sebab ayahnya meninggal ketika beliau berusia dua bulan dalam kandungan sang ibu, Aminah. Saat Muhammad kecil berumur enam tahun, Aminah wafat saat pulang ziarah dari makam suaminya. Dua tahun kemudian, sang kakek yang bernama Abdul Muthalib juga turut meninggal kisah sekilas di atas, tidak bisa dibayangkan bahwa Muhammad saat masih kecil telah merasakan pahitnya kehidupan. Namun hal demikian yang justru dapat menguatkan pribadi Muhammad. Di sisi lain ada beberapa orang yang berjasa karena sempat mendidik dan mengasuh Nabi SAW hingga beliau Para Pengasuh Nabi Muhammad SAW dari Masih Kecil Hingga MenikahAminah binti Wahab bin Abdul ManafSeseorang yang bernama Aminah ini adalah ibu kandung dari Nabi Muhammad SAW. Beliau menyusui Muhammad kecil hanya berselang tiga hari setelah melahirkan, riwayat lain ada yang mengatakan seminggu, bahkan sepuluh hari. Hal ini karena adanya kebiasaan masyarakat arab pada masa itu, yakni menyewa jasa ibu-ibu untuk menyusui anak yang baru dilahirkan. Muhammad kecil pun selanjutnya diasuh oleh seseorang dari bani Sa’ad yang bernama hanya itu, Muhammad kecil diasuh oleh sang ibunda. Pada saat Muhammad berumur empat tahun, riwayat lain mengatakan lima tahun Muhammad kembali diasuh oleh Aminah. Namun hal ini tidak berlangsung lama, pasalnya Aminah menginggal pada saat Muhammad berumur enam merupakan budak perempuan milik paman Nabi Paman Nabi SAW yang bernama Abu Lahab. Tsuwaibah dimerdekakan oleh Abu Lahab sebab sangat senangnya Abu Lahab mendengar berita kelahiran Muhammad. Sehinggga Tsuwaibah ikut serta menyusui Muhammad kecil dan menjadi perempuan pertama yang menyusui Muhammad kecil di luar Tsuwaibah hanya menyusui beberapa hari saja, riwayat lain ada yang mengatakan seminggu. Tsuwaibah juga pernah menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Salamah bin Abdul Asad binti Abu ZaidHalimah merupakan ibu susuan Nabi Muhammad SAW yang berasal dari perkampungan bani Sa’ad. Perempuan yang biasa dikenal dengan Halimah As-Sa’diyah itu menjadi pengasuh Nabi SAW dalam kurun waktu empat tahun. Setelah Muhammad berumur empat tahun, beliau kemudian mengembalikan Muhammad kecil kepada Halimah mengasuh Muhammad kecil, ia merasakan banyak keberkahan dalam hidupnya. Seperti ASI Halimah yang selalu ada dan mengalir ketika menyusui, dan hasil ternak yang tahun pun berlalu, sudah saatnya Muhammad kembali ke pangkuan keluarganya. Namun Halimah meminta kepada keluarga Muhammad untuk mengasuhnya lebih lama. Hal ini karena keberkahan, serta kecintaannya kepada Muhammad kecil,Setelah terjadi peristiwa pembelahan dada oleh seseorang kepada Muhammad kecil, Halimah mulai khawatir. Sehingga Halimah segera mengembalikan Muhammad kecil kepada AimanUmmu Aiman merupakan seorang budak perempuan yang dimiliki oleh ayah Nabi SAW, Abdullah. Budak perempuan yang bernama asli Barakah binti Tsa’labah ini berasal dari Habasyah Ethiopia. Setelah Abdullah meninggal, Ummu Aiman berpindah kepemilikan dari Abdullah menjadi budak Muhammad Aiman mengabdikan dirinya kepada keluarga Abdullah hingga Muhammad menikah dengan Khadijah. Beliau ikut serta merawat Aminah dan membantu proses persalinan. Ia pun menjadi orang pertama yang menggendong Muhammad kecil ketika baru lahir. Maka tidak berlebihan jika Nabi SAW menyebut Ummu Aiman sebagai ibu setelah ibu Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, Ummu Aiman dimerdekakan. Ummu Aiman juga termasuk dalam As-Sabiqunal Awwalun, yakni orang-orang yang pertama kali masuk MuthalibNama aslinya adalah Syaibah bin Hasyim, beliau merupakan pemuka di suku Quraisy dan Bani Hasyim, yang sekaligus merupakan kakek dari Nabi SAW dari jalur ayah. Abdul Muthalib mulai mengasuh Muhammad kecil ketika Muhammad berumur enam tahun, tepat setelah meninggalnya sang ibunda, Abdul Muthalib ini hanya berlangsung dua tahun, karena saat Muhammad berumur delapan tahun, beliau meninggal dunia. Sebelum meninggal, beliau sempat berwasiat agar pengasuhan Muhammad kecil dilanjutkan oleh Abu ThalibNama asli Abu Thalib adalah Abdul Manaf, beliau merupakan kakak dari ayah Nabi SAW, Abdullah. Beliau melanjutkan pengasuhan terhadap Muhammad kecil setelah meninggalnya Abdul waktu pengasuhan Abu Thalib terhadap Muhammad kecil terbilang cukup lama, dari umur delapan tahun sampai Muhammad menikah, yakni ketika Muhammad berumur 25 tahun. Bahkan setelah menjadi Rasul, Abu Thalib tetap melindunginya dari berbagai serangan dan ancaman kaum kafir Quraisy hingga beliau sebuah kisah yang populer saat beliau mengajak Muhammad kecil pergi berdagang, yakni kisah seorang pendeta Bukhaira yang melihat tanda-tanda kenabian pada tubuh Muhammad. Sehingga pendeta tersebut mengisyaratkan agar Abu Thalib benar-benar menjaga Muhammad, sebab akan akan ada serangan dari kaum Yahudi jika mereka lah beberapa pengasuh Nabi Muhammad SAW. Semoga kit bisa mengambil manfaat dari kisah ini. ANWallahu a’ Referensi Shafiyurrahman al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Katsir, al-Fushul fi Siratir Rasul, Darul Ghiras, Kuwait, 2003. Terjemah Sirah Nabi Muhammad, Abu Ihsan al-Atsari, Pustaka Imam asy-Syafi’I, Rizqullah Ahmad, Biografi Rasulullah, Qisthi Press, Jakarta, 2006.